• Satu Tahun Enam Perstasi

    Penyerahan Piala dan penghargaan lomba PBB kepada SMPN 17 Mandau

  • Puncak Penanaman Satu Miliyar Pohon

    Wawancara bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis. Burhanuddin pada acara Puncak Penanaman Satu Miliyar Pohon di Kesumbo Ampai

  • Foto Bersama Hari Pendidikan

    Foto Majelis Guru, Staf Tata Usaha dan Kepala SMPN 17 Mandau

Senin, 23 Mei 2016

Surat Terakhir untuk Ayah

“Kukuruyuk....kukuruyuk“, suara ayam sudah terdengar oleh telingaku, pagipun mulai menyambutku dengan tenang. Hari-hari yang aku lalui selama ini sama dengan hari-hari yang lalu, kujalani hari-hariku dengan penuh semangat walaupun kehidupanku tidak sesemangat jiwaku. Aku mulai melangkahkan kakiku untuk memulai hari. Ibupun sudah menyiapkan sarapan pagi untukku.
              “Aliya , sarapannya sudah siap nak, cepat sarapan nanti terlambat ke sekolah lho,“ Ucap ibu sambil membereskan meja kompor.
              “Iya bu, inikan baru pukul 05.30. Lagi pula sekolah Aliya  dekat bu, ibu tenang saja Aliya  kan anak yang disiplin, haaaa...haaaaaa“. Candaku kepada ibu, sambil menuliskan surat spesial. Kebiasaaanku adalah membuat surat spesial untuk seseorang, aku selalu berharap surat itu dibaca oleh seseorang itu, dia adalah Ayahku sendiri.
              Ya, kelihatannya memang agak aneh membuat surat untuk ayah sendiri, apalagi tinggalnya satu rumah, tapi ayahku tidak tinggal bersamaku lagi sejak aku berumur 6 tahun. Aku telah ditinggal ayah, dan aku tidak pernah berjumpa ayahku lagi. Ayahku telah pergi merantau ke negeri jiran, ayah dulu pernah bilang kepada ibu bahwa ia akan kembali lagi. Tapi sampai aku berumur 14 tahun ini ayah tidak kembali. Ibu sudah mencarinya tapi bertemu.
              Ayah tinggal di Malaysia bersama paman Gio, pamanku. Tapi setelah ditanya, pamanku mengatakan ayah sudah pulang lagi ke Indonesia. Paman Gio putus kontak saat Ayah sudah menyeberang ke Pelabuhan Batam. Padahal jarak Batam-Duri tempatku tinggal tidak begitu jauh. Namun, hingga sekarang ayah belum juga kunjung pulang.
              Aku dan ibu sudah beberapa kali mencari ayah kesana. Berusaha mencari informasi dengan teman-teman ayah yang pernah diceritakan ayah. Namun tak satupun yang tahu keberadaan ayah. Tapi aku tidak akan pernah menyerah, sampai titik darah penghabisan! Semangat! Pantang menyerah! Oke! Waktunya pergi ke sekolah. Dan aku tidak pernah lupa pamit dengan ibu.
              “Ibu, Aliya  pergi sekolah dulu ya, Aliya  doain semoga dagangan ibu laku semua, aamiin. Dan doain Alya juga ya bu semoga Aliya  jadi anak yang pintar”. Ucapku pada ibu sambil menciumi tangannya.
              “Iya sayang, ibu pasti akan selalu doain kamu, kamu kan anak ibu yang paling ibu sayang! Dan anak ibu yang paling cantik“. Goda ibu kepadaku.
              “Ibu bisa adja dech. Alya pamit dulu ya bu, Assalamualaikum “.
              “Wa’alaikumsalam“. Jawab ibu.
***
              “Goes....goes...goes“ Kakiku mulai mengayuh sepeda menuju sekolah, untuk menimba ilmu.
              Sebelum sampai sekolah, aku pergi dulu ketempat spesial. Tak begitu jauh dari rumahku. Sebuah bekas hotel tua yang tidak ditempati. Tepat ditengah kota Duri. Didepan gedung ini, banyak kendaraan berjalan kencang. Aku melangkah kelantai lima gedung itu. Disini aku selalu menerbangkan surat-surat yang kubuat untuk ayah. Aku berharap setiap surat yang akun terbangkan sampai kepada ayah. Memang sih, mustahil rasanya surat bisa sampai keayah yang ada di Dumai tapi aku terus berharap Allah mendengarkan doaku selama ini..
              Proses pembelajaran pun telah berlalu. Bel pulang sekolah pun sudah berbunyi. Artinya semua siswa dan siswi diperbolehkan kerumah masing-masing. Dengan semangat aku pun langsung menggoeskan sepedaku menuju gedung tua. Eh! Maksudku Kantor posku. Aku langsung menerbangkan lagi beberapa surat yang ku buat di sekolah tadi, ya pastinya untuk ayah. Setelah menerbangkan surat itu aku langsung pulang kerumah tercinta ku.
              Tiba-tiba di depan gedung aku disapa seorang pria tua, sepertinya lebih tua dari umur ayahku.
              “Nak!” Ucap orang yang tidak kukenal itu.
              “Hah! Iiiya, Pak?” Tanya ku ter bata-bata. Agak takut aku ketahuan telah memasuki gedung tua ini sendirian.
              “Kamu tau rumah Bu Rahma?” tanya bapak itu kepadaku.
              “Tttttau pak, d dia ibu saya, a ada urusan apa dengan ibu saya pak ?” Tanyaku tambah takut. Wah bahaya kalau bapak ini mengadu pada ibuku. Teriakku dalam hati.
              “Oh... Kamu anak nya ibu Rahma? Bisa antarkan bapak, Nak?” Pintanya
              “Bisa pak, mari pak.” Ajak ku. Aku tak mampu menolak, tetapi aku pasrah saja.
             
              Setiba dirumah, bapak misterius itu duduk disofa dan aku ke dapur memanggil ibu. Cukup lama ibu berbincang dengan bapak misterius itu, sementara aku menguping saja dari kamar. Tiba-tiba ibu meneteskan air matanya.
              “Ibu kenapa nangiis?” tanyaku mendekat.
              “Aaayah mu Aliya ....” tangis ibu semakin kencang.
              “Ayah? Ayah kenapa bu..? Ayah pulang bu? jawab bu...” Tanya ku dengan rasa sedikit senang.
              “Tidak nak... kamu yang sabar ya sayang, ayah, ayah, ayah meninggal Aliya aa.... “
              Sontak aku terkejut mendengar kata-kata ibu tadi, perasaan senangku berubah menjadi kesedihan, aku tidak menyangka akan begini akhirnya. Ayah yang aku harapkan kembali pulang ternyata sudah tidak ada lagi, air mata ku mengalir dengan deras, aku tidak mampu membendung perasaan ku yang hancur.
              Bapak itu memberikan beberapa kertas yang berbentuk pesawat, dan yang membuat aku terkejut adalah pesawat kertas itu persis seperti suratku untuk ayah yang aku terbangkan di hotel tua, surat ku yang berbentuk pesawat.
              “Bu Rahma, ini..” bapak itu menyerahkan pesawat kertas itu.
              “Aaapa ini?” tanya ibu dengan rasa penasaran bercampur bingung.
              “Saya menemukan ini pagi tadi didepan bengkel. Koko pemilik bengkel sebelah hotel tua itu juga memberikan banyak pesawat kertas yang disimpannya kepada saya. Saya baru sadar kalau saya mengenal orang yang dimaksud dalam surat ini. Dulu saya satu kapal dengan Pak Rahmat, hanya kenal dikapal saja. Dan saya berpisah di pelabuhan Batam. Sekitar dua hari kemudian saya mendapat kabar beliau menjadi korban begal. Sementara identitasnya hilang semua. Beliau sudah dimakamkan di Batam didaerah rumah saya. Saya yang mengurusinya sebab saya yang kenal. Namun, sebelum berpisah saya tidak tahu tepat tinggalnya. Beliau hanya menyebut kota Duri.” Bapak bernama Surya itu menjelaskan.
              Air mataku tumpah. Ibu berusaha menenangkanku. Punah sudah harapanku bisa bertemu ayah. Wajah ibu dan pak Surya sudah samar dimataku. Pudar tertutupi air mata.
              “Pak Rahmad banyak cerita tentang anak gadisnya. Dan sangat membanggakan Aliya . Beliau juga sangat rindu pada Alya karena sudah lama tak berjumpa.” Pak Surya terus bercerita, sementara aku tidak bisa menyimak percakapannya dengan ibu sebab rasa sedih yang sangat dalam.
              “Terima kasih ya pak Surya, sudah memberi informasi tentang suami saya, insyaallah kami akan berziarah di makam bapak”. Ucap ibu kepada pak Surya.
              “Sama-sama bu, saya hanya menyampaikan amanah bu, kalau begitu bagaimana jika besok kita sama-sama ke Batam. Kebetulan saya juga mau pulang. Saya menggunakan mobil, namun rusak dan sedang di bengkel sekarang”.
              Setelah mendapat tawaran Pak Surya aku dan ibu langsung ziarah ke makam ayah di Batam. Kami mendo’akan ayah bersama-sama.
              “Ya Allah, ampunilah semua dosa ayah, lapangkanlah kuburan ayah, berikan lah ia tempat yang terbaik disisi-Mu ya Allah, temukanlah kami lagi bersama ayah di syurga Mu ya Allah, Amiiin....”.
              Walau ayah tidak ada di dunia ini lagi, tapi bagi aku dan ibu, ayah tetap ada di hati kami. Sehabis berziarah kemakam ayah, aku langsung pergi menuju Kantor Posku untuk menerbang kan surat terakhir untuk ayah.
              Ayah, semoga ayah tenang ya dialam sana, Aliya  dan ibu selalu do’ain ayah kok. Ayah tenang aja, walaupun kita gak bisa jumpa di dunia, Aliya  sangat yakin Allah pasti mengumpulkan kita di syurga ya yah.
              Ayah, maksih ya udah sangat-sangat sayang sama Aliya , udah besarin Aliya , udah memberi dan mencari nafkah untuk Aliya  dan ibu dan yang paling penting, terima kasih ayah udah menjadi ayah yang terbaik untuk Aliya  selama ayah ada. Jasa ayah gak bakalan Aliya  lupain, Aliya  juga minta maaf kalau Aliya  pernah buat ayah marah waktu kecil, pernah buat ayah kesel sama Aliya, walapun hanya 6 tahun Aliya  bersama ayah. Tapi Aliya  udah bahagia banget, karna udah mendapat kan kasih sayang dari seorang ayah. Aliya  berharap semoga ayah mendengar dan tahu isi surat ini. yaa walaupun dunia kita berbeda, tapi Aliya  yakin hati kita akan tetap bersatu untuk selama-lamanya. Semoga kita bisa berjumpa lagi ya ayah.., Amiiiiiiiiin..!!. Aliya  janji akan jadi anak yang baik dan tegar serta nurut sama ibu.
              Selamat jalan, Ayah... Walaupun ayah udah gak ada, aku dan ibu gak akan pernah goyah! Karna kami tahu, ayah tidak menginginkan kami larut dalam kesedihan. Thank you ayah...

Selesai.

Anisa Putri Salsabila, Lahir di Duri, 04 April 2001. Siswa Kelas 8 SMPN 17 Mandau. Senang menulis cerpen sejak dibangku SMP. Hobi membaca novel.


Waka Kesiswaan; Umi Kalsum

Umi Kalsum merupakan salah satu guru berprestasi di SMPN 17 Mandau. Umi lahir di Bagan Siapi-api, 5 Maret 1971 dari pasangan bapak Hamdani, dan ibu Roaini. Anak sulung dari 9 bersaudara ini merupakan lulusan Sarjana Agama Islam di UIN, Pekanbaru.

Prestasi yang Umi raih ialah  menjadi anggota Pramuka yang berhasil membawa nama sekolahnya ketingkat nasional di Kalimantan Selatan. Umi juga pernah menjabat sebagai salah satu anggota aktif di MTS dan Universitasnya, seperti menjadi anggota OSIS dan UKS. Umi telah mendidik diberbagai tempat seperti MA Diniyah Putri pada tahun 1997, SMPN 6 Mandau tahun 2000-2007, SMPN 11 Mandau tahun 2003-2007, dan SMPN 17 Mandau dan saat ini menjabat sebagai WAKA Kurikulum. Motivasi Umi menjadi seorang guru adalah untuk mendidik siswa agar berakhlak mulia, dan Ikhlas beramal.
Hal-hal yang ditanamkan Umi untuk para siswa-siswi adalah akhlak mulia, budi pekerti, disiplin, sopan santun, iman dan takwa pada siswa didiknya. Dalam mengajar, Umi tidak pernah kesal dalam menghadapi warna-warni perilaku siswanya karena ia beranggapan bahwa yang mereka lakukan adalah tahap menuju kedewasaan.

Cita-cita Umi yang belum tercapai adalah menaik haji orangtuanya. Selain itu ia juga berharap kelak SMPN 17 Mandau menjadi sekolah terbaik dari segi akhlak dan kedisiplinan siswa. “Semoga SMPN 17 Mandau menjadi sekolah yang dapat dicontoh sekolah lain dalam segi akhlak dan juga kedisiplinannya walaupun berusia muda.” harapnya.



























Senin, 09 Mei 2016

SpeakUpYourMind


Kamis, 05 Mei 2016

Foto bersama di hari pendidikan

Foto bersama Guru dan Kepala SMPN 17 Mandau

Rabu, 04 Mei 2016

Muhasabah Bersama Sebelum UN

7teen News-Tiga Mei lalu telah terlaksana acara muhasabah siswa kelas IX SMPN 17 Mandau yang berlokasi di Mushala Fastabiqul Khairat. Karena tidak sampai seminggu mendatang mereka akan mneghadapi UN. Pihak sekolah telah jauh-jauh hari mempersiapkan kelangsungan UN. Begitu banyak harapan yang ingin dicapai siswa siswi kelas IX ini yaitu bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.
Dalam acara ini, SMPN 17 Mandau mengundang H. Sarman Mirja yaitu Senior Fasilitator Telaga Qalbu Al-Kautsar yang menyampaikan materi tentang persiapan UN. Acaranya berlangsung sesuai rencana. Menurut Fitri Handayani perasaannya setelah mengikuti acara ini merasa lega, sedih dan terharu. Menurut Dani sebagai siswa kita harus menghormati orang tua dan rajin belajar. “Menghormati orang tua dan rajin belajar adalah kunci sukses siswa,” Jelas Dani salah satu siswa kelas IX.
Semua sekolah sudah tahu bahwa tanggal 9 Mei mendatang akan dilaksanakan UN. Agung Afrilian telah melakukan persiapan untuk menghadapi UN yaitu selalu belajar, berdoa dan selalu berusaha semaksimal mungkin. Semua siswa selalu berdoa dan ingin mencapai kesuksesan dalam UN ini, namun semua hal itu harus dicapai dengan bekerja keras dan penuh kesabaran.
Seminggu setelah UN, sekolah akan mengadakan acara perpisahan angkatan pertamanya. Perpisahan antara murid ini tentu akan meninggalkan kesedihan yang mendalam. Seperti yang dikatakan oleh Fitri Handayani bahwa ia akan merasa sedih bila berpisah dengan teman-teman sekolah dan guru yang telah mengajarnya selama ini. “Saya sangat sedih karena belum tentu jika tamat nanti saya dan teman-teman akan bergabung lagi. Apalagi pada gurunya pasti akan selalu ingat kenangan pada saat kena marah, dihukum, dipuji oleh guru. Itu pasti akan selalu saya ingat sampai saya tamat dari sini.” Tutup Fitri.

Sarman Mirja selaku motivator berharap siswa SMPN 17 Mandau dapat melaksanakan ujian dengan jujur dengan hasil yang membanggakan.  “Mudah-mudahan siswa siswi di sini akan melaksanakan ujian dengan baik, jujur sehingga kita dapat menghasilkan sesuatu yang maksimal dan nilai yang bagus juga membanggakan.” Jelas Salman. (EW, EA)

Kamis, 14 April 2016

LAMR Kecamatan Mandau Bantu Sukseskan MTQ Ke-42 Kecamatan Mandau


7teenNews Sabtu, 16 April 2016 lalu menjadi hari pembukaan MTQ Kecamatan Mandau yang ke- 42. Tepatnya di halaman Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Berbagai persiapan telah dilaksanakan panitia secara matang dan telah disaksikan oleh ribuan pasang mata masyarakat kota Duri dan sekitarnya. Acara Musabaqoh Tilawatil Quran kali ini akan menggelar 16-17 cabang lomba. “Nanti juga akan ada penampilan Qari’ tingkat nasional,” Ungkap Heri Budiman, S.Pd.I Sekretaris LAMR Kecamatan Mandau.

LAMR yang telah berdiri sejak tahun 2012 lalu ini telah beberapa kali menjadi tuan rumah untuk menyukseskan acara tahunan ini. “MTQ adalah program pemerintah dan LAMR disini turut menyukseskan acara tingkat kecamatan ini. Dan nantinya pemenang tingkat kecamatan akan kembali bertanding ditingkat kabupaten. LAMR Sebagai tuan rumah telah mempersiapkan tempat dan menjadi bagian panitia acara,” Tambahnya.

MTQ Kecamatan Mandau akan berlangsung 16 sampai 23 April mendatang dengan tujuan untuk mencari bibit dan jawara yang handal dan mampu menjaga Al Quran. Selain itu juga sebagai ajang mengajak masyarakat untuk mengamalkan isi kandungan Quran. Tema MTQ Kecamatan Mandau kali ini adalah “Melalui MTQ ke-XLII Tahun 2016 Kecamatan Mandau, Mari Kita Aktifkan Maghrib Mengaji dan Amalkan Isi Kandungan Al-Qur'an dan Jauhi Narkoba dan Pergaulan Bebas”. Sementara Ketua pelaksanaan dan penanggung jawab MTQ ini adalah Kompol Hidayat S.H.S.I.K. Selaku Kapolsek Kecamatan Mandau. (AA)



Selasa, 08 Maret 2016

Cinta+Pacaran = maksiat(dosa) #Indonesia Tanpa Pacaran

Cinta, semua manusia mempunyai cinta bahkan semua makhluk hidup termasuk hewan hanya bedanya hewan tidak diberikan akal pikiran. So, kalo manusia mencintai tidak menggunakan akalnya berarti sama aja dengan hewan dong? betul sekali. Karena dalam islam sudah ada aturan dan ketentuannya maka apa susahnya untuk mentaati semuanya. Bagaimana kalau banyak godaanya yang membuatnya jadi sulit? itulah sebabnya mengapa manusia diberikan akal pikiran, yaitu digunakan  untuk memilih mana yang baik dan yang buruk serta memilih teman yang baik atau buruk karena teman yang baik pasti akan selalu mengajak dan mengingatkan kita pada kebaikan, dan tentunya pacaran sudah pasti perbuatan buruk. Kalau sama-sama suka masa mau ditolak? tidak usah di tolak, tapi berilah ia syarat untuk menjadikanmu halal baginya. Mudah kan?
tidak mudah dong kalo kita belum siap untuk menikah apalagi masih sekolah atau kuliah, kan pekerjaan rumah tangga ribet. Tidak usah khawatir suami yang sholeh senantiasa akan menjadi sahabat sekaligus imam kita kelak jadi pekerjaan rumah akan terasa ringan dengan adanya cinta kasih yang tulus diantara keduanya. Indah bukan?
Yakinlah laki-laki yang sholeh tidak akan mengajakmu berpacaran. Jika kita berkata “aku menginginkan pacar yang sholeh”. Kata-kata itu perlu di ralat menjadi “aku menginginkan suami yang sholeh”. Kenapa artikel ini diberikan judul cinta +pacaran = maksiat(dosa) , karena cinta itu suci. Rasa cinta diberikan oleh sang maha Esa untuk saling mengasihi dan menyayangi. Jika jika cinta telah ditambah dengan pacaran, maka cinta itu sudah tidak suci lagi. Kenapa saya berbicara seperti itu? karena sesholeh atau sesholehah apapun manusia, serajin apapun sholatnya,setinggi apapun pendidikannya,  jika sudah berpacaran maka syaitan akan ikut campur di dalamnnya, dan jika syaitan sudah ada di dalamnya maka apapun bisa terjadi.
Maka jangan heran jika kita sering mendengar bukan hanya anak nakal yang mengalami hamil di luar nikah, tetapi kepada anak ustadz pun hal itu bisa terjadi, karena mempunyai orangtua ustadz,kiyai,guru,dosen dan pekerjaan lainnya yang bersifat mengajar tidak bisa menjadi jaminan anaknya tidak akan berpacaran karena kemajuan teknologi yang sangat memudahkan untuk berkomunikasi. Selain itu iman seseorang bersifat naik turun. Maka teman yang baik dan beriman sangat penting buat kita untuk selalu saling mengingatkan dan mengajak kepada kegiatan yang bisa menguatkan iman kita.
Oleh karena itu mari kita dukung gerakan# Indonesia Tanpa Pacaran , selamatkan saudara/saudari kita dari sakit hati dan rasa merana.
Silahkan bergabung dalam gerakan peduli #IndonesiaTanpaPacaran ini melalui WhatsApp dengan cara ketik: Nama_Pekerjaan_AsalKota Lalu kirim ke admin 085221345393. Dapatkan juga broadcast atau tulisan inspirasi secara gratis dengan cara Invite PIN BBM 58666556.
Like Fanpage: https://www.facebook.com/pages/Indonesia-Tanpa-Pacaran/1659487164284803?ref=bookmarks
Nur Aeni(Kontributor Gaul Fresh dan Master Website)