• Satu Tahun Enam Perstasi

    Penyerahan Piala dan penghargaan lomba PBB kepada SMPN 17 Mandau

  • Puncak Penanaman Satu Miliyar Pohon

    Wawancara bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis. Burhanuddin pada acara Puncak Penanaman Satu Miliyar Pohon di Kesumbo Ampai

  • Foto Bersama Hari Pendidikan

    Foto Majelis Guru, Staf Tata Usaha dan Kepala SMPN 17 Mandau

Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 November 2016

Dewasa

Dewasa itu...
Bukan soal besarnya fisikmu.
Bukan soal usiamu.
Bukan soal mulutmu.
Bukan juga soal tingkahmu.
Namun cara pola berfikirmu itulah yang menyebabkan kedewasaan lahir didirimu, bahkan walau saat itu usiamu masih 10 tahun.
Boleh saja badanmu dikatakan kerdil oleh banyak orang, namun jangan minder, karena akan ada secercah kedewasaan dari dirimu.
Boleh saja usiamu masih 10, bahkan 7 tahun dan banyak yang menganggap bahwa kamu masih anak-anak, namun, jangan malu, karena akan sekeping kedewasaan dari dirimu.
Boleh saja mulutmu masih berbicara mengenai kartun, dan segala hal, namun jangan takut, karena akan ada sepotong kedewasaan yang lahir dari dirimu.
Boleh saja tingkahmu bak anak batita yang baru berjalan, namun jangan berhenti, karena kedewasaan lahir dari sebuah kekanakan.
Biarkan mereka mendengungkan apa yang mereka inginkan, namun jangan digubris, karena hanya akan menambah beban pikiranmu.

Biarlah dirimu kocak, gila, dan heboh dimata mereka, namun jangan biarkan pola pikirmu demikian singkat akan duniawi.

Jumat, 14 Oktober 2016

Pengumuman Self Blocing LKJS 2016

LKJS 2016 Batal
Sedih bercampur aduk menjadi satu saat beberapa minggu yang lalu redaksi mendapat informasi pembatalan lomba karya jurnalistik 2016 ini. Sembari berharap, kejadian seperti ini tidak lagi terulang kembali. 

Bulan Agustus lalu, redaksi mendapat informasi bahwa batas akhir pengumpulan bahan diperpanjang hingga akhir Agustus. Padahal seluruh kru sudah berusaha mengejar target menyelesaikan buletin pada akhir Juli tepatnya saat bulan puasa. 

Liburan panjang akhir semester digunakan kru redaksi untuk berkumpul, rapat, mencari berita dan mengolah berita hingga menyelesaikan segala syarat perlombaan. Kurang dari satu bulan menyelesaikan buletin karena kejar deadline menjadi pengalaman yang sangat berharga. Saat teman-teman lain sudah mulai berangsur liburan ke kampung halaman, tim redaksi 7teen masih berjibaku dengan setumpuk bahan yang harus diolah dan diedit. 
Perjuangan itu terbayar sebab tim berhasil menyelesaikan buletin pada waktunya. Dan mengirimkan tepat lima hari sebelum hari raya Idul Fitri.

Pada pertengahan bulan September kembali redaksi mendapat info deadline pengumpulan berkas diperpanjang lagi. (Benar atau tidaknya juga tidak pasti) Wah... Sementara tim redaksi pada awal semester satu September ini sudah disibukkan dengan penerimaan dan seleksi pengurus baru angkatan ke 3. 

Hadiah terindah.
 Ya, hadiah terindah bagi redaksi adalah menang atau kalah dalam bersaing. Tetapi sangat kecewa karena kami belum sempat bersaing untuk menjadi calon finalis di tingkat Nasional tahun ini. Alasannya, karena panitia secara "terpaksa" mengcancle acara tanpa pemberitahuan resmi kepada redaksi. 
Tentu hal ini menjadi pelajaran berharga buat kami. Sebab telah salah niat. Saat pembina mengumumkan isi surat resmi dari panitia penyelenggara, seluruh anggota merasa kecewa berat. Sedih, kesal dan tak mampu membendung air mata, semua campur aduk. Ya, pelajaran berharga buat kami untuk memperbaiki niat. Bahwa redaksi 7teen terbentuk bukan hanya untuk ikut lomba. Tetapi untuk membekali diri memiliki jiwa jurnalis yang idealis sejak dini. Memupuk keberanian mengungkapkan fakta. Belajar bersama kata dan bahasa. Belajar melihat dunia lewat tulisan dan bacaan. 

Tetap semangat tim redaksi 7teen, sebab bersama anggota baru bulan November ini buletin kita akan terbit. Semangat!

Senin, 13 Juni 2016

Mengapa Jurnalis?

"Kenapa kamu ikut Jurnalis?" Tentu saja dan beberapa pertanyaan lain yang memiliki kesamaan kata, yaitu Jurnalis. Banyak berkata bahwa aku lebih cocok di Volly karena tinggi badan yang melebihi teman sebayaku (Karunia Allah ^0^). Dan yah aku hanya sanggup menggeleng, karena aku tahu potensiku di cabang olahraga volly sangat sedikit atau bisa disebutkan sebagai Tidak Handal Bermain Volly. Potensi setiap manusia tentu berbeda, dan potensi itu tidak dilihat dari segi fisik dia sendiri.
Dengan banyaknya kata "Mengapa Jurnalis?" Membuatku semakin gerah dengan pertanyaan ini. Aku tak mampu berkata banyak selain "hobi" karena sebenarnya Jurnalislah hobiku. Ekskul awal yang kuikuti sekitar 4 kegiatan berbeda namun tentu faktor keadaan yang tidak menyanggupi dan akhirnya pilihanku jatuh di Jurnalis. "Mengapa Jurnalis?" Karena kalian tidak tahu apa yang telah kutempuh di-Jurnalis. Karena Jurnalis mengubah segalanya, semula aku hanya mampu membaca namun tak mampu mengetahui jenis berita dan menuliskannya, di Jurnalis kegiatan ini melatihku.

Jurnalis menggali Potensiku

"Apa itu Jurnalis?" Kalimat yang kerap kudengar dari sahabat perjuangan. Dan yah, maklum saja dahulu aku tak mengetahui banyak hal tentang jurnalis selain kegiatan tulis-menulis dan meliput suatu kejadian . Ternyata aku salah, kegiatan yang semula kuanggap hal rumit menjadi kegiatanku menggali potensi.
Disini, aku menggali banyak ilmu yang semula tak kuketahui. Disini juga aku belajar banyak hal baru. Belajar melatih keberanian dalam wawancara, menulis sesuai eyd, dan mendesain tata letak buletin.
Harus kuakui, Jurnalis merupakan hal keren yang sangat sayang bila kamu tak tahu seluk beluknya.

Senin, 30 Mei 2016

Kebersamaan itu penting

Hanya temanlah yang bisa membuat hati kita bisa tenang saat masalah yang datang menghampirimu, percayalah!

Apa kalian merasakannya? Apakah mereka yg membuat kita senyum kembali?  Teman itu seperti apa?  KenalIah wahai kawan  hanya kalianlah yang bisa menjawabnya!

Jawabannya iya, teman itu seperti ibu kedua bagi kita tetapi teman itu bukanlah menyombongkan diri, teman itu adalah sahabat yang selalu ada kita... Sahabat itu tau arti kebersamaan:)    




 
Eca Andini, Sari Octavia, Ditha Anggaraini, Anita Okta Viana, Annisa Ayanti