• Satu Tahun Enam Perstasi

    Penyerahan Piala dan penghargaan lomba PBB kepada SMPN 17 Mandau

  • Puncak Penanaman Satu Miliyar Pohon

    Wawancara bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis. Burhanuddin pada acara Puncak Penanaman Satu Miliyar Pohon di Kesumbo Ampai

  • Foto Bersama Hari Pendidikan

    Foto Majelis Guru, Staf Tata Usaha dan Kepala SMPN 17 Mandau

Kamis, 05 Mei 2016

Foto bersama di hari pendidikan

Foto bersama Guru dan Kepala SMPN 17 Mandau

Rabu, 04 Mei 2016

Muhasabah Bersama Sebelum UN

7teen News-Tiga Mei lalu telah terlaksana acara muhasabah siswa kelas IX SMPN 17 Mandau yang berlokasi di Mushala Fastabiqul Khairat. Karena tidak sampai seminggu mendatang mereka akan mneghadapi UN. Pihak sekolah telah jauh-jauh hari mempersiapkan kelangsungan UN. Begitu banyak harapan yang ingin dicapai siswa siswi kelas IX ini yaitu bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.
Dalam acara ini, SMPN 17 Mandau mengundang H. Sarman Mirja yaitu Senior Fasilitator Telaga Qalbu Al-Kautsar yang menyampaikan materi tentang persiapan UN. Acaranya berlangsung sesuai rencana. Menurut Fitri Handayani perasaannya setelah mengikuti acara ini merasa lega, sedih dan terharu. Menurut Dani sebagai siswa kita harus menghormati orang tua dan rajin belajar. “Menghormati orang tua dan rajin belajar adalah kunci sukses siswa,” Jelas Dani salah satu siswa kelas IX.
Semua sekolah sudah tahu bahwa tanggal 9 Mei mendatang akan dilaksanakan UN. Agung Afrilian telah melakukan persiapan untuk menghadapi UN yaitu selalu belajar, berdoa dan selalu berusaha semaksimal mungkin. Semua siswa selalu berdoa dan ingin mencapai kesuksesan dalam UN ini, namun semua hal itu harus dicapai dengan bekerja keras dan penuh kesabaran.
Seminggu setelah UN, sekolah akan mengadakan acara perpisahan angkatan pertamanya. Perpisahan antara murid ini tentu akan meninggalkan kesedihan yang mendalam. Seperti yang dikatakan oleh Fitri Handayani bahwa ia akan merasa sedih bila berpisah dengan teman-teman sekolah dan guru yang telah mengajarnya selama ini. “Saya sangat sedih karena belum tentu jika tamat nanti saya dan teman-teman akan bergabung lagi. Apalagi pada gurunya pasti akan selalu ingat kenangan pada saat kena marah, dihukum, dipuji oleh guru. Itu pasti akan selalu saya ingat sampai saya tamat dari sini.” Tutup Fitri.

Sarman Mirja selaku motivator berharap siswa SMPN 17 Mandau dapat melaksanakan ujian dengan jujur dengan hasil yang membanggakan.  “Mudah-mudahan siswa siswi di sini akan melaksanakan ujian dengan baik, jujur sehingga kita dapat menghasilkan sesuatu yang maksimal dan nilai yang bagus juga membanggakan.” Jelas Salman. (EW, EA)

Kamis, 14 April 2016

LAMR Kecamatan Mandau Bantu Sukseskan MTQ Ke-42 Kecamatan Mandau


7teenNews Sabtu, 16 April 2016 lalu menjadi hari pembukaan MTQ Kecamatan Mandau yang ke- 42. Tepatnya di halaman Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Berbagai persiapan telah dilaksanakan panitia secara matang dan telah disaksikan oleh ribuan pasang mata masyarakat kota Duri dan sekitarnya. Acara Musabaqoh Tilawatil Quran kali ini akan menggelar 16-17 cabang lomba. “Nanti juga akan ada penampilan Qari’ tingkat nasional,” Ungkap Heri Budiman, S.Pd.I Sekretaris LAMR Kecamatan Mandau.

LAMR yang telah berdiri sejak tahun 2012 lalu ini telah beberapa kali menjadi tuan rumah untuk menyukseskan acara tahunan ini. “MTQ adalah program pemerintah dan LAMR disini turut menyukseskan acara tingkat kecamatan ini. Dan nantinya pemenang tingkat kecamatan akan kembali bertanding ditingkat kabupaten. LAMR Sebagai tuan rumah telah mempersiapkan tempat dan menjadi bagian panitia acara,” Tambahnya.

MTQ Kecamatan Mandau akan berlangsung 16 sampai 23 April mendatang dengan tujuan untuk mencari bibit dan jawara yang handal dan mampu menjaga Al Quran. Selain itu juga sebagai ajang mengajak masyarakat untuk mengamalkan isi kandungan Quran. Tema MTQ Kecamatan Mandau kali ini adalah “Melalui MTQ ke-XLII Tahun 2016 Kecamatan Mandau, Mari Kita Aktifkan Maghrib Mengaji dan Amalkan Isi Kandungan Al-Qur'an dan Jauhi Narkoba dan Pergaulan Bebas”. Sementara Ketua pelaksanaan dan penanggung jawab MTQ ini adalah Kompol Hidayat S.H.S.I.K. Selaku Kapolsek Kecamatan Mandau. (AA)



Selasa, 08 Maret 2016

Cinta+Pacaran = maksiat(dosa) #Indonesia Tanpa Pacaran

Cinta, semua manusia mempunyai cinta bahkan semua makhluk hidup termasuk hewan hanya bedanya hewan tidak diberikan akal pikiran. So, kalo manusia mencintai tidak menggunakan akalnya berarti sama aja dengan hewan dong? betul sekali. Karena dalam islam sudah ada aturan dan ketentuannya maka apa susahnya untuk mentaati semuanya. Bagaimana kalau banyak godaanya yang membuatnya jadi sulit? itulah sebabnya mengapa manusia diberikan akal pikiran, yaitu digunakan  untuk memilih mana yang baik dan yang buruk serta memilih teman yang baik atau buruk karena teman yang baik pasti akan selalu mengajak dan mengingatkan kita pada kebaikan, dan tentunya pacaran sudah pasti perbuatan buruk. Kalau sama-sama suka masa mau ditolak? tidak usah di tolak, tapi berilah ia syarat untuk menjadikanmu halal baginya. Mudah kan?
tidak mudah dong kalo kita belum siap untuk menikah apalagi masih sekolah atau kuliah, kan pekerjaan rumah tangga ribet. Tidak usah khawatir suami yang sholeh senantiasa akan menjadi sahabat sekaligus imam kita kelak jadi pekerjaan rumah akan terasa ringan dengan adanya cinta kasih yang tulus diantara keduanya. Indah bukan?
Yakinlah laki-laki yang sholeh tidak akan mengajakmu berpacaran. Jika kita berkata “aku menginginkan pacar yang sholeh”. Kata-kata itu perlu di ralat menjadi “aku menginginkan suami yang sholeh”. Kenapa artikel ini diberikan judul cinta +pacaran = maksiat(dosa) , karena cinta itu suci. Rasa cinta diberikan oleh sang maha Esa untuk saling mengasihi dan menyayangi. Jika jika cinta telah ditambah dengan pacaran, maka cinta itu sudah tidak suci lagi. Kenapa saya berbicara seperti itu? karena sesholeh atau sesholehah apapun manusia, serajin apapun sholatnya,setinggi apapun pendidikannya,  jika sudah berpacaran maka syaitan akan ikut campur di dalamnnya, dan jika syaitan sudah ada di dalamnya maka apapun bisa terjadi.
Maka jangan heran jika kita sering mendengar bukan hanya anak nakal yang mengalami hamil di luar nikah, tetapi kepada anak ustadz pun hal itu bisa terjadi, karena mempunyai orangtua ustadz,kiyai,guru,dosen dan pekerjaan lainnya yang bersifat mengajar tidak bisa menjadi jaminan anaknya tidak akan berpacaran karena kemajuan teknologi yang sangat memudahkan untuk berkomunikasi. Selain itu iman seseorang bersifat naik turun. Maka teman yang baik dan beriman sangat penting buat kita untuk selalu saling mengingatkan dan mengajak kepada kegiatan yang bisa menguatkan iman kita.
Oleh karena itu mari kita dukung gerakan# Indonesia Tanpa Pacaran , selamatkan saudara/saudari kita dari sakit hati dan rasa merana.
Silahkan bergabung dalam gerakan peduli #IndonesiaTanpaPacaran ini melalui WhatsApp dengan cara ketik: Nama_Pekerjaan_AsalKota Lalu kirim ke admin 085221345393. Dapatkan juga broadcast atau tulisan inspirasi secara gratis dengan cara Invite PIN BBM 58666556.
Like Fanpage: https://www.facebook.com/pages/Indonesia-Tanpa-Pacaran/1659487164284803?ref=bookmarks
Nur Aeni(Kontributor Gaul Fresh dan Master Website)

Rabu, 17 Februari 2016

Menjadi Guru Karena Hutang

Gatot Ruslianto atau kerap disapa  Pak Ga merupakan salah satu pengajar di SMPn 17 Mandau. Beliau merupakan Bendahara sekolah sekaligus guru bahasa Inggris. Berikut hasil wawancara kami dengan pak Gatot. 

Sudah berapa lama bapak bekerja sebagai guru, pak?
Peran sebagai guru sudah saya emban lebih kurang lima belas tahun. Dan saat ini mengajar di dua tempat, yaitu di SMPN 6 Mandau dan SMPN 17 Mandau.

Wah, bisa dua sekolah begitu, pak? Bagaimana pengaturannya pak?
Ya, rata-rata guru disekolah kita masih guru terbang. Bukan burung saja yang bisa terbang lho. Hehe... SMPN 17 Mandau baru memiliki satu guru tetap. Sementara yang lain belum dapat kepastian. Begitu juga dengan bapak. Semua sudah diatur oleh WAKA. Sehingga tidak ada tugas yang terlalaikan dimasing-masing sekolah.

Apa motivasi bapak memilih menjadi guru?
Yang pertama, jelas ingin menambah wawasan. Dengan menjadi guru, kita akan terus menambah ilmu dan wawasan kita. Kedua, saya merasa berhutang ilmu. Terutama kepada guru-guru saya yang telah menjadi guru saya dulu. Agar ilmu ini terus disebar. Dan terakhir, tujuan saya adalah untuk menjalin silaturahim.

Apakah ada rintangan saat menjadi guru?
Terkadang terasa jenuh dan kesal, sebab melihat siswa yang masih ogah-ogahan belajar. Tetapi, karena memiliki kewajiban untuk mencerdaskan anak bangsa, semua itu kemudian meluap begitu saja. Terlebih saat melihat anak didik saya berprestasi, semua membuat saya bangga.

Apa pesan bapak untuk siswa SMPN 17 Mandau?
Pesan saya, berlomba-lombalah untuk memberikan yang terbaik pada orang tua. Sebab, orang tua telah memberikan pendidikan terbaik. Jaga nama baik sekolah kita. Sebab, meski sekolah baru, kita harus mampu bersaing dan berprestasi dari sekolah lainnya. 

Oleh: Angelika W

     

Senin, 18 Januari 2016

Persembahan Lagu untuk Guru


Sobat pembaca 7teen. Ini nih dua sahabat kami yang super kreatif. Vicky dan Bimo, dua sejoli yang akrab banget sejak duduk kelas VII.  Mereka berinisiatif membuat sebuah lagu dan mempersembahkan untuk guru dalam sebuah acara Ulang Tahun PGRI ke-70 lalu. Liriknya keren, iramanya mantap. Tepuk tanganpun meriah terdengar dari seluruh siswa. Sukses buat bang Vicky and bang Bimo. Jangan berhenti berkarya ya! Berani tunjukkan kemampuanmu. 
Berkarya, kenapa tidak?

Selasa, 12 Januari 2016

Trailer Hijrah SMPN 17 Mandau

Selamat pagi, pembaca buletin7teen. Apa kabar pagi ini? Semoga senantiasa sehat dan berkah. Pagi ini ada tayangan yang laik untuk kamu simak. Yup, tentang kepindahan SMPN 17 Mandau yang kini telah menepati gedung permanennya. Semua siswa gembira, sebab mendapat gedung yang masih 'harum' catnya. Masih mulus dindingnya. Juga baru meja dan kursinya. Semangat itu kian merebak melihat semangat teman-teman yang sibuk membantu proses kepindahan barang-barang ke bangunan baru. Simak terus ya, Sob!