Selamat pagi, pembaca buletin7teen. Apa kabar pagi ini? Semoga senantiasa sehat dan berkah. Pagi ini ada tayangan yang laik untuk kamu simak. Yup, tentang kepindahan SMPN 17 Mandau yang kini telah menepati gedung permanennya. Semua siswa gembira, sebab mendapat gedung yang masih 'harum' catnya. Masih mulus dindingnya. Juga baru meja dan kursinya. Semangat itu kian merebak melihat semangat teman-teman yang sibuk membantu proses kepindahan barang-barang ke bangunan baru. Simak terus ya, Sob!
-
Satu Tahun Enam Perstasi
Penyerahan Piala dan penghargaan lomba PBB kepada SMPN 17 Mandau
-
Puncak Penanaman Satu Miliyar Pohon
Wawancara bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis. Burhanuddin pada acara Puncak Penanaman Satu Miliyar Pohon di Kesumbo Ampai
-
Foto Bersama Hari Pendidikan
Foto Majelis Guru, Staf Tata Usaha dan Kepala SMPN 17 Mandau
Selasa, 12 Januari 2016
Kamis, 31 Desember 2015
Seremonial Penanaman Satu Milyar Pohon
![]() |
| Wawancara bersama Sekda Bengkalis, Burhanuddin |
7teen News Desa Kesumbo Ampai menjadi tuan
rumah dalam acara penanaman satu miliar pohon pada rabu, 23 Desember 2015.
Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat
dengan tujuan menjadi momentum kesadaran bersama untuk kembali menanam pohon.
Pemerintah telah menanam lebih dari 500 bibit pohon akan terus berlanjut
setelah acara seremonial berlangsung.
Menurut ketua pelaksana, persiapan
acara sudah dilakukan jauh hari. Desa Kesumbo Ampai dipilih sebagai lokasi
karena disini ada hutan adat yang dilindungi. ‘’Persiapan yang dilakukan
panitia adalah dengan mempersiapkan pohon untuk ditanami sama pejabat-penjabat”.
Acara penanaman satu miliar pohon
bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat dan remaja untuk menjaga
lingkungan selain merupakan program nasional. “Tujuan program ini adalah agar
masyarakat mencintai lingkungan dan mendorong generasi muda untuk mencintai
lingkungan hidup” ucap Burhanuddin, Sekda Kabupaten Bengkalis.
Kementrian Kehutanan sudah melakukan
kesadaran kepada masyarakat juga sekolah. Disekolah sudah diadakan acara
perlombaan penghijauan yang bertujuan generasi muda cinta menanam.
“Kepada generasi muda, kita harapkan
sejak kecil menjaga kebersihan, dan menjaga lingkungan. Salah satunya kita
sudah membuat lomba disekolah dengan tujuan agar muncul kesadaran pada siswa
mencintai keindahan.” Tambahnya.
Kamis, 20 Agustus 2015
Pelaksanaan Pembangunan SMPN 17 Mandau
![]() |
| Ilustrasi: Internet |
7teen News Pembangunan gedung SMPN
17 Mandau akan dibangun di Jl. Stadion didekat SMAN 09 Mandau. “Pembangunan ini
dimulai pada bulan Juli dan akan selesai pada akhir tahun 2015” Kata Fahri,
Kepala SMPN 17 Mandau. Proses pembangunannya memerlukan waktu kurang lebih 3-4
bulan. Untuk tahun 2015 ini hanya akan dibangun 1 lantai dengan 11 ruangan. Menurut Fahri, bangunan sengaja dipilih tidak bertingkat agar pen
Menurut Fahri Zalmi, S.Pd.,M.Si, jumlah ruang yang akan
dibangun ada 9 ruang kelas, satu ruang
majelis guru, satu ruang laboratorium, satu ruang perpustakaan, dua toilet
putri, dua toilet putra, dua tengki air beserta menaranya dan dua sumur bor. “Semoga
pembangunan gedung baru SMPN 17 Mandau segera terlaksana dan segera selesai,”
Ucapnya
(AJL)
Senin, 10 Agustus 2015
Sejarah SMPN 17 Mandau
![]() |
| Siswi putri SMPN 17 Mandau |
7teen History SMPN 17 Mandau merupakan
sekolah menengah pertama termuda yang ada di Kecamatan Mandau. Sekolah ini didirikan
akibat adanya tuntutan dan desakkan dari masyarakat Kecamatan Mandau, akibat
sulitnya siswa melanjutkan pendidikan di SMP Negeri karena kapasitas dan daya
tampung SMP Negeri tidak sebanding dengan jumlah lulusan siswa SD setiap
tahunnya. Keresahan
masyarakat tersebut ditanggapi serius oleh pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Sehingga perlu dilakukan penambahan SMP yang baru.
Alhamdulillah pada tahun 2013 SMP
Negeri Balai Makam yang merupakan cikal bakal berdirinya SMPN 17 Mandau
memberanikan diri untuk menerima peserta didik baru. Meski pada awalnya muncul rasa pesimis sebab kurangnya sosialisasi kepada
masyarakat sehingga sulit
untuk mendapatkan siswa baru. Saat itu SMPN Balai Makam belum jelas statusnya, apakah negeri
atau swasta. Setelah melakukan usaha yang tidak kenal lelah serta bantuan Allah
SWT. Tanpa diduga bersamaan dengan penerimaan siswa baru tepatnya
pada bulan juli 2013 terbitlah SK (Surat Keputusan) dari Bupati Bengkalis
tentang pendirian SMPN 17 Mandau.
Dengan adanya SK
pendirian SMPN 17 Mandau menjadi penguat bagi pihak sekolah sebagai bahan agrumentasi
kepada wali murid yang mendaftarkan anak-anak mereka. Sehingga, SMPN
17 Mandau mampu menerima siswa berjumlah 97 orang pada angkatan pertama. Namun dibalik
itu masih ada beberapa masalah yang belum terselesaikan hingga sekarang.
Diantaranya:
- Kegiatan pembelajaran masih menumpang dibekas sekolah swasta dengan status menyewa.
- Tidak adanya pendidik dan tenaga kependidikan yang tetap, karena untuk menerima guru honor belum ada biaya operasional.
- Tenaga PNS yang ada hanya untuk mencukupi kekurangan jam wajib, sehingga tanggung jawab mereka lebih ke sekolah induk.
Meski demikian, dengan rasa optimis
menatap masa depan peserta didik guru kompak dan bergandeng tangan baik
dibidang akademis maupun non akademis tanpa lelah membimbing peserta didik.
Beberapa prestasi mulai ditoreh oleh siswa siswi SMPN 17 Mandau diantaranya
Juara pertama dan kedua pada kegiatan lomba kepramukaan dan pada cabang Volly ball antar sekolah.
Kegiatan ekstrakurikuler
seperti Futsal dan Vollyball merupakan program unggulan disekolah ini. Berkat
prestasi yang diraih, masyarakat mulai melirik dan mengamanahkan kepada guru-guru untuk
mendidik anak-anak mereka. Hal ini terbukti dengan jumlah pendaftar yang signifikan pada tahun 2014 jumlah
160 siswa dan 180 siswa pada 2015.
Insyaallah pada pertengahan tahun 2015 gedung SMPN 17 Mandau akan
segera didirikan dengan jumlah 9 ruang belajar, 1 ruang majelis guru, 1 ruang
laboratorium, 1 ruang perpustakaan. Kita berharap dengan pembangunan gedung
yang baru akan meningkatkan gairah dan motivasi belajar siswa. Dan secara
berangsur-angsur akan dilengkapi dengan fasilitas olahraga.
“Kita berharap,
visi SMPN 17 Mandau menjadi SMP model percontahan di Kabupaten Bengkalis akan
terwujud” ungkap Fahri Zalmi S.pd M.Si selaku kepala SMPN 17 Mandau penuh
optimis. (AJL/ARA)
Jumat, 31 Juli 2015
Karena Tidak Mendengar Nasehat
Jam sudah menunjukkan pukul 20.30
tetapi Nala belum juga tidur, Nala malah asyik menonton televisi, mama Nala
sudah mengingatkan Nala untuk meninggalkan televisi dan segera belajar “Nala
ayo belajar kamu besokkan ada ujian” Kata mama.
Tetapi Nala tidak
menghiraukan kata-kata dan nasehat mama hingga jam 21.05 Nala pun belum juga
tidur, akhirnya mama menyuruh Nala tidur karna besok harus bangun pagi-pagi
untuk belajar dengan terpaksa dan berat hati, Nala meninggalkan acara
kesayangan.
Nala langsung tidur dan
menghidupkan alarm pukul 05.00, dengan ditemani oleh boneka mickey mouse
kesayangannya, Nala tidur dengan nyenyak. Jam sudah menunjukkan jam 05.00,
alarm Nala pun sudah berbunyi tetapi Nala belum juga bangun, mama Nala pun
membangunkan Nala dan mama berteriak “Nala ayo cepat bangun nanti kamu
ketinggalan mobil jemputan “ seru mama. Akhirnya jam 05.30 Nala baru bangun
dengan sangat buru-buru Nala bergegas untuk mandi, karna Nala yang bangun kesiangan
tidak ada waktu untuk Nala belajar, karna Nala harus berangkat lebih awal
kesekolah karna ujian bel masuk lebih cepat dari biasanya.
Setelah sampai disekolah tak lama
kemudian bel tanda masuk berbunyi, Nala pun langsung memasuki ruangan ujian,
pada saat ujian wajah Nala kelihatan binggung karna ia tidak belajar semalam
dan dia binggung harus diisi apa. Nala memiliki seorang sahabat yang bernama
Dila, Dila adalah teman yang baik, sopan dan tidak sombong, tapi di waktu ujian
Dila tidak mau memberi satupun jawabannya tetapi hal ini tidak diketahui oleh
Nala. Nala pun mencoba bertanya, “Dila aku minta tolong dong, bagi tahu aku 1 jawaban saja”.
Dila pun dengan agak marah menjawab “Loh! Emangnya kamu gak belajar ya,
biasanya kan kamu belajar Nal”. Dengar terdiam dan menunduk malu Nala menjawab
dengan suara pelan. “ehm, tidak Dil, ya sudah kalau kamu tidak memberiku
jawaban tidak apa-apa”. “ehm ,ya sudah lah aku mau mengerjakan lagi” Kata Dila.
“iya sudah”kata Nala.
Mereka berdua sama-sama
mengerjakan saat ujian. Waktu itu mereka sedang ujian ipa. 90 menit berlangsung
ujian pun selesai, Nala terburu-buru untuk mengerjakkan soal-soal ujiannya.
Setelah ujian Dila dan Nala pun pergi ke kantin untuk membeli air minum, sambil
minum mereka berdua berbincang-bincang. “Kamu kenapa Nal, kok tumben gak
belajar” Tanya Dila.
“Aku tadi malam menonton televisi,
jadi lupa untuk belajar” jawab Nala.
“Lain kali jangan menonton televise
saja ya Nal, karna belajar kan kewajiban kita sebagai pelajar” nasehat Dila.
“Okeh deh Dil, aku bakal ikuti nasehat
siapa pun yag benar” jawab Nala.
Bel masuk pun sudah berbunyi Nala dan
Dila langsung memasuki ruangan ujian. Ujian kedua mereka yaitu IPS, guru yang
masuk yaitu Buk Amel, Buk Amel adalah wali kelas dari Nala. Wajah Nala mulai kebinggungan, Ibu Amel
menghampiri Nala “ kamu kenapa Nala ?” Tanya Buk Amel. “ehm, saya semalam tidak
belajar Buk” jawab Nala.
“Kenapa kamu tidak belajar Nala ?”
Tanya Ibuk Amel lagi.
“Saya semalam menonton televise dan
lupa untuk belajar Buk” jawab Nala lagi.
“Ya sudah, lain kali belajar dulu ya
Nala” nasehat Buk Amel.
“Baik Buk” kata Nala.
Nala pun juga langsung mengerjakan
soal ujian IPS nya. Waktu terus berjalan 90 menit sudah berlangsung Nala
langsung mengumpulkan hasil jawabannya. Nala dan Dila pulang bersama-ssama dan
Nala sangat takut kepada mamanya karena takut nilai jeleknya kena marah,
setelah sampai di rumah Nala langsung bercerita tentang waktu-waktu yang
dilewatinya dengan suka duka dan penuh nasehat. Mama Nala pun memberi nasehat
padanya.
“Nala lain kali jangan terlalu sering
menonton televise ya nak. Bukannya tidak boleh, tapi kamu harus melaksanakan
kewajiban kamu sebagai pelajar yaitu belajar dengan baik”. Nasehat mama Nala.
Nala pun menjawab dengan penuh senyuman “oke ma, Nala akan mendengarkan
nasehat mama dan orang-orang yang Nala sayang”. Nala akhirnya selalu mendengarkaan
nasehat mama dan orang-orang terdekat, kita selalu mendengarkan nasehat tapi
jangan hanya di dengar tetapi dilakukan dengan sangat baik.
Penulis: Widya Utami
Senin, 22 Juni 2015
Berjuta Harapan UN
Opini Ujian Nasional (UN) bukanlah bahasa asing didengar. Sebab, telah menjadi agenda tahunan penentu lulus atau tidaknya siswa dari sekolah. Pada peraturan Undang- undang yang mengatur UN yakni Pasal 4 No. 20 tahun 2005, yang berbunyi ujian nasional dijadikan sebagai pertimbangan atau seleksi untuk masuk kejejenjang pendidikan selanjutnya. Meski terdapat beberapa perubahan sistem penentu kelulusan. Namun, UN tetap menjadi patokan utama penilaian keberhasilan belajar nasional.
Seiring dengan arus globalisasi, peserta didik dipusatkan perhatiannya kepada hasil. Terbiasa dengan semua hal yang instan. Sehingga tak heran, terjadi kerusakan moral bangsa yang kian parah. Siswa menggunakan berbagai cara untuk melakukan kecurangan agar mendapatkan hasil yang diinginkan. Menurut survey, tiap sekolah terjadi kecurangan sekitar 70% bahkan lebih
Pelaksanaan UN tahun lalu saja contohnya. Terungkap banyak kecurangan yang dilakukan secara individu bahkan kelompok. Bahkan, saat seorang peserta UN 2015 yang bernama M. Tsaqif Wismadi yang berusaha melaporkan kecurangan UN dibully. Tiap tahun selalu ada masalah. Dan selama bertahun-tahun hal ini tidak tertuntaskan.
Benar, perbaikan demi perbaikan terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pusat. Sehingga saat ini terjadi perubahan dalam penentuan kelulusan Ujian Nasional. Namun, tak cukup hanya itu saja. Perlu perubahan yang mendasar agar Ujian Nasional benar-benar terlaksana sesuai seperti yang tercantum dalam amanat undang-undang. Pambekalan Agama yang sangat minim, perlu diperbaiki. Bukan hanya kepada peserta didik, namun juga kepada seluruh lapisan masyarakat dan pejabat yang berwenang. Ya, harus ada perubahan yang mendasar, yang membersihkan seluruh lapisan dari kotoran yang selama ini melekat dan telah menjadi pakaian. Perbaikan itu harus segera. Sebab jika tidak, berjuta harapan masa depan bangsa pada UN akan pudar.
Penulis: Devi Ramadhani
Selasa, 12 Mei 2015
Telur yang Menetas
Redaksi Ibarat telur yang lama dierami dan
baru menetas, agaknya cocok untuk menggambarkan betapa lamanya proses penulisan
buletin ini. Jika dihitung-hitung sudah lebih dari tiga bulan proses
pengeraman. Tak heran, sebab induk yang mengerami telur inipun juga induk muda.
Yang baru lahir sekitar dua tahun yang
lalu. Alangkah bahagianya, dalam usia muda, kami telah berhasil menetaskan
telur buletin Seventeen ini.
Jurnalistik adalah bahasa baru dan pengalaman
yang baru bagi kami. Baru kami kenal tiga bulan ini. Prosesnya pun tidak
semudah yang kami bayangkan. Mulai dari mengumpulkan keberanian untuk
mewawancarai guru juga kepala sekolah, menghabiskan waktu libur untuk berkumpul
dan menulis bersama tim. Terlebih pada proses editing dan juga layout yang benar-benar
menguras pikiran dan waktu.
Jurnalistik mengasah kemampuan kami,
seperti belajar untuk percaya diri, menjaga semangat berkarya dan kebersamaan serta
masih banyak hal yang kami dapatkan dari sini. Dengan rasa optimis kami
mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang jurnalis. Semua itu
tentu saja itu tidaklah mudah karena dalam penulisan harus banyak yang dipelajari
seperti EYD, diksi, hingga design layout.
Awalnya sering berfikir pesimis. Namun,
karena motivasi besar untuk ikut serta dalam perlombaan tingkat nasional, kami
berusaha mengejarnya. Agaknya kami diberi kesempatan untuk turut mengharumkan nama
sekolah juga mengharumkan nama kota kecil kami, kota harta karun di Provinsi
Riau ini, Duri.


