• Satu Tahun Enam Perstasi

    Penyerahan Piala dan penghargaan lomba PBB kepada SMPN 17 Mandau

  • Puncak Penanaman Satu Miliyar Pohon

    Wawancara bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis. Burhanuddin pada acara Puncak Penanaman Satu Miliyar Pohon di Kesumbo Ampai

  • Foto Bersama Hari Pendidikan

    Foto Majelis Guru, Staf Tata Usaha dan Kepala SMPN 17 Mandau

Selasa, 12 Mei 2015

Telur yang Menetas

Redaksi Ibarat telur yang lama dierami dan baru menetas, agaknya cocok untuk menggambarkan betapa lamanya proses penulisan buletin ini. Jika dihitung-hitung sudah lebih dari tiga bulan proses pengeraman. Tak heran, sebab induk yang mengerami telur inipun juga induk muda. Yang  baru lahir sekitar dua tahun yang lalu. Alangkah bahagianya, dalam usia muda, kami telah berhasil menetaskan telur buletin Seventeen ini.

Jurnalistik adalah bahasa baru dan pengalaman yang baru bagi kami. Baru kami kenal tiga bulan ini. Prosesnya pun tidak semudah yang kami bayangkan. Mulai dari mengumpulkan keberanian untuk mewawancarai guru juga kepala sekolah, menghabiskan waktu libur untuk berkumpul dan menulis bersama tim. Terlebih pada proses editing dan juga layout yang benar-benar menguras pikiran dan waktu.

Jurnalistik mengasah kemampuan kami, seperti belajar untuk percaya diri, menjaga semangat berkarya dan kebersamaan serta masih banyak hal yang kami dapatkan dari sini. Dengan rasa optimis kami mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang jurnalis. Semua itu tentu saja itu tidaklah mudah karena dalam penulisan harus banyak yang dipelajari seperti EYD, diksi, hingga design layout.

Awalnya sering berfikir pesimis. Namun, karena motivasi besar untuk ikut serta dalam perlombaan tingkat nasional, kami berusaha mengejarnya. Agaknya kami diberi kesempatan untuk turut mengharumkan nama sekolah juga mengharumkan nama kota kecil kami, kota harta karun di Provinsi Riau ini, Duri.

Senin, 20 April 2015

Makna Filosofis Logo SMPN 17 Mandau

Meski SMPN 17 Mandau baru berdiri, namun sekolah ini telah memiliki identitas berupa logo sekolah. Tentu ada cita dan impian serta filosofi dari logo tersebut. Berikut ini akan dipaparkan makna dibalik logo SMPN 17 Mandau.
Gambar Lancang kuning membawa obor, adalah lambang kebesaran negeri melayu, semangat siswa SMPN 17 Mandau untuk selalu belajar di harapkan kelak dapat terus mengejar cita-cita walaupun menyebrang samudra yang luas serta memiliki hati yang sejuk. Angka 2013 mengandung arti tahun berdirinya SMPN 17 Mandau, tepatnya pada bulan juli tahun 2013. Tulisan SMPN 17 Mandau melengkung membentuk pola payung, mengandung makna sebagai pengayoman/pelindung.
Bintang bersudut lima, mengandung makna kekuatan religiusitas yang tercermin dalam terwujudnya penanaman budi pengerti luhur kepada siswa siswi SMPN 17 Mandau dan seluruh civitas akademika. Bintang bersegi lima sebanyak 3 buah juga mengandung makna kedaulatan tekad untuk mencapai cita-cita yang tinggi, walaupun hanya 3 tahun menuntut ilmu di SMPN 17 Mandau. Dan Buku melambangkan sumber ilmu, maka diharapkan pelajar gemar membaca buku.
Juga ada gambar Obor dengan nyala api berwarna merah, melambangkan bahwa alumni SMPN 17 Mandau diharapkan kelak dapat menjadi insan yang berguna bagi masyarakat, sebagai penerang kehidupan masyarakat di masa depan. Serta gambar Pena yang menyatu dibawah obor bermakna bahwa dengan bakal ilmu pengetahuan yang cukup, diharapkan mampu mewujudkan diri sebagai penerang bagi masyarakat luas.  
Ada juga berbagai warna didalam logo tersebut yang masing-masingnya memiliki makna tersendiri yaitu : Warna hitam filosofinya melambangkan Keras, Kuat, dan abadi. Warna kuning filosofinya melambangkan Emas,mulia,tanah melayu/bumi melayu.Warna biru filosofinya melambangkan Angkasa,luas, sejuk, damai ,tentram. Unsur dominan warna biru mengandung kedamaian, damai dalam kehidupan yang terjadi sebuah harapan semua orang. Kedamaian di SMPN 17 Mandau berkaitan erat dengan berbagai komponen yang ada meliputi kepala sekolah, guru, karyawan, siswa serta masyarakat. Masing-masing komponen harus dapat berkerja dengan damai dan menghasilkan etos kerja yang optimal. Warna putih filosofinya melambangkan Kebersihan, suci, da netral. Warna putih mengambarkan cita-cita untuk selalu beritikad baik, penuh kejujuran, dan kesucian. Dan warna merah filosofinya melambangkan keberanian dalam dirpenuh cinta kasih, interes, semangat yang tinggi, dan menyala. (ARA/AM)